Nutrisi Tambahan yang Diperlukan Wanita

Kebutuhan nutrisi wanita berubah saat menstruasi, hamil, menyusui, dan menopause. Kehidupan reproduktif wanita berarti kebutuhan nutrisinya berbeda jauh dari yang dibutuhkan pria.

Nutrisi dan Sindrom Pramenstruasi (PMS)

Perubahan hormon selama siklus menstruasi wanita memengaruhi tubuh dan kondisi pikirannya. Konsumsi energi biasanya lebih tinggi saat fase pramenstruasi dan beberapa wanita juga mengidam saat menstruasi akan datang.

Memakan makanan tinggi protein setiap beberapa jam seringnya dapat mengurangi atau menghentikan mengidam makanan. Ini tidak boleh dilakukan atas berkurangnya kelompok makanan lain, seperti karbohidrat, yang harus membentuk dasar dari diet.

Gejala lain pada PMS yaitu mood jelek, kelelahan, dan sembelit. Mengonsumsi vitamin B, khususnya vitamin B6, kemungkinan dapat membantu, tapi lebih banyak penelitian masih diperlukan untuk membuktikan hal ini.

Olahraga ringan hingga sedang, seperti berjalan-jalan selama 30 menit setiap harinya juga telah ditunjukkan dapat mengurangi gejala PMS.

Vitamin, mineral dan kehamilan

Makan dengan sehat saat hamil sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk bayi yang berkembang dan untuk ibunya juga. Meskipun begitu, ini tidak berarti Anda harus ‘makan untuk dua orang’ – kualitas dietnya lah yang penting, bukan jumlah makanan yang dimakan.

Memakan berbagai makanan dari setiap kelompok makanan kunci umumnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu dan juga bayi. Perhatian khusus harus diberikan untuk kalsium, asam folat, besi, seng, iodin dan vitamin C.

Nutrisi saat menyusui

Diet yang sehat penting selama menyusui karena ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisinya sendiri dan juga produksi ASI. Perhatian khusus harus diberikan untuk protein, kalsium, besi, vitamin dan cairan.

Saran yang terbaik adalah untuk memakan makanan dari tiap kelompok makanan kunci setiap harinya. Jumlah makanan akan berbeda-beda tergantung selera makan dan hilangnya berat badan. Bertekadlah untuk menurunkan berat badan secara berangsur hingga Anda mencapai berat badan sebelum kehamilan.

Wanita yang anemia selama kehamilan harus lebih memerhatikan makanan kaya besi karena mereka harus menggantikan simpanan zat besi mereka. Anda mungkin bahkan harus mengonsumsi suplemen zat besi. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.