Manfaat Makan Buah Naga

Buah naga adalah buah yang asli Amerika Tengah, tapi juga ditanam di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam. Didapat dari beberapa spesies kaktus, buah unik didapat dari kelembaban yang ada di iklim kering tempat tumbuhan ini tumbuh.

Beberapa buah naga memiliki kulit merah atau kuning dan daging buah putih atau merah, tapi di ujungnya selalu ada daun-daun yang bertumpuk, seperti artichoke, dan biji kecil, hitam dan dapat dimakan yang banyak. Rasanya agak manis, seperti campuran dari kiwi dan pir, serta memiliki tekstur renyah.

Meskipun buahnya terlihat aneh pada awalnya, cukup mudah mendapatkan buahnya. Cukup potong memanjang dan antara menyendok keluar dagingnya, atau kupas kulitnya. Makan bagian yang putih dengan bijinya saja, dan buang bagian berwarna pink, yang rasanya pahit.

Manfaat Kesehatan Buah Naga

Buah naga memiliki jumlah nutrisi tumbuhan yang mengejutkan. Kaya akan antioksidan, buah ini mengandung vitamin C (setara dengan 10% dari jumlah harian yang disarankan), asam lemak tak jenuh yang baik, dan beberapa vitamin B untuk metabolisme karbohidrat, serta karoten dan protein. Kalsium juga ada untuk tulang dan gigi yang sehat, besi dan fosfor untuk darah dan formasi jaringan yang sehat. Manfaat dapat didapatkan dalam berbagai bentuk, dari sistem imun yang lebih kuat dan penyembuhan luka yang lebih cepat hingga masalah pernafasan yang lebih sedikit.

Buah naga tidak memiliki karbohidrat kompleks, jadi buah ini dapat lebih mudah dicerna tubuh, dibantu oleh vitamin B1 (tiamin) dan vitamin B lainnya. Kaptin fitokemikal, yang digunakan sebagai obat mengobati masalah jantung, terdapat dalam buah in, serta minyak dalam biji dapat berfungsi sebagai obat pencahar.

Biji buah naga tinggi asam lemak tak jenuh (asam lemak omega 3 dan omega 6) yang mengurangi jumlah trigliserin dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Memakan buah naga dapat membantu tubuh mempertahankan fungsi normal dengan menyingkirkan racun logam berat dari tubuh dan meningkatkan penglihatan. Likopen, yang memberikan warna merah pada buah naga, telah ditunjukkan berhubungan dengan risiko kanker prostat yang lebih rendah.

Meskipun begitu, konsumsi buah naga harus dilakukan secukupnya karena buah ini mengandung fruktosa, yang dapat berbahaya bagi tubuh dalam jumlah besar.