Manfaat dari Tidur

Banyak orang seringkali tidak cukup tidur. Mudah sekali mengenali gejalanya: uring-uringan, sering lupa, dan selalu memegang secangkir kopi (yang memulai siklus kebiasaan tidur yang buruk). Kita semua pasti sudah pernah mengalami defisit tenaga otak ini setelah kurang tidur, tapi apa implikasinya bagi kesehatan kita? Apabila Anda sudah memutuskan untuk meninggalkan kafein Anda dan mulai melakukan rutinitas tidur yang baik, berikut ini beberapa manfaat tidur sebagai motivasi.

Pikiran lebih jernih

Studi telah menunjukkan bahwa tidur yang cukup menghasilkan fungsi kognitif yang lebih bagus dan pikiran yang lebih jernih sepanjang hari. Efek-efek dari kurang tidur dipelajari dan hasilnya mengindikasikan bahwa kurang tidur menyebabkan kurangnya perhatian, daya ingat, kewaspadaan, kemampuan pengambilan keputusan, dan memori jangka panjang.

Kulit yang lebih bagus

Studi menunjukkan bahwa kekurangan tidur berkontribusi pada kulit yang menunjukkan tanda-tanda penuaan, fungsi kulit yang berkurang, dan memperburuk penampilan. Orang yang tidur dengan baik (7-9 jam tidur) memiliki tanda-tanda penuaan kulit yang lebih sedikit serta penampilan yang lebih bagus daripada mereka yang kurang tidur (5 jam atau kurang).

Lebih banyak tidur berarti malas berkurang

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Kota New York menunjukkan bahwa orang-orang yang kurang tidur menunjukkan preferensi pada tugas-tugas yang membutuhkan usaha minimal pada esok harinya. Mereka pada dasarnya lebih malas dan memiliki nilai performa yang lebih rendah saat subjek menyelesaikan soal matematika di komputer. Tidur yang cukup sangat dibutuhkan jika Anda ingin punya cukup energi untuk menyelesaikan tujuan Anda pada hari itu!

Mengemudi lebih aman

Mengemudi sambil mengantuk adalah isu yang sangat penting untuk disadari jika Anda mengemudi sendiri untuk transportasi sehari-hari Anda. Risiko dan akibat mengemudi sambil mengantuk bisa-bisa menghancurkan: pengemudi lebih sulit memerhatikan jalanan, lebih tidak bisa mengambil keputusan, serta memiliki waktu reaksi yang lebih lambat.

Mengurangi risiko penyakit kronis

Studi-studi mulai menduga bahwa mengatur tidur seseorang dapat mengurangi risiko terkena penyakit kronis atau mungkin dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit yang sudah diderita.

Sitokin adalah hormon yang dihasilkan selama Anda tidur yang membantu tubuh melawan infeksi. Carnegie Mellon melakukan sebuah studi tentang bagaimana tidur memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan peradangan serta setiap partisipan ditemukan 3 kali lebih mungkin terkena flu jika kurang tidur.