Makanan Tersehat di Dunia

Dunia ini terdiri dari berbagai macam budaya dan makanan, dan orang-orang mengatakan bahwa cara termurah dan termudah untuk mengelilingi dunia adalah dengan mencicipi kuliner dari negara-negara berbeda. Meskipun begitu, bisa sulit memang untuk menentukan kuliner apa yang dapat membantu kita tetap sehat sekaligus juga menawarkan keberagaman. Oleh karena itu, kami pun membuat daftar kuliner dan makanan dari berbagai negara yang paling sehat.

Jepang – kebudayaan makan Jepang cenderung dalam porsi kecil-kecil dengan sayuran yang berwarna-warni. Kuliner negara ini melibatkan banyak sayuran hijau seperti kol, negi (daun bawang), dan nasu (terung). Sebagai suatu kebudayaan, orang Jepang berusaha makan dengan sehat dan menggunakan bahan-bahan serta rasa musiman. Saat menyiapkan makanan mereka, orang Jepang memilih dengan hati-hati bahan-bahan yang sedang musim; sebagai contoh, saat musim semi, mereka akan memasukkan sayuran dan/atau bumbu yang pahit. Saat makan, mereka cenderung memiliki berbagai bumbu ringan di samping seperti wasabi, kecap asin, sup miso, dan tsukemono (acar). Kebanyakan orang Jepang minum teh hijau yang penuh antioksidan saat makan.

Mediterania Selatan (Italia dan Yunani) – kebanyakan hidangan negara ini kaya akan minyak zaitun, yang telah ditunjukkan bagus untuk kesehatan jantung. Pola makan Mediterania merupakan cara hebat untuk mengurangi peradangan apapun dalam tubuh yang disebabkan penyakit di samping baik untuk menurunkan berat badan karena dipenuhi dengan lemak jenuh baik dan sayuran yang dapat meningkatkan kesehatan dan metabolisme. Contoh hidangan Mediterania yang sehat dan simpel adalah salad Yunani atau pasta udang lemon dengan basil.

Korea – kuliner Korea memiliki berbagai macam sayuran yang sehat. Salah satu makanan utama mereka yaitu kimchi mengandung kol, lobak, dan jahe; yang juga difermentasi dan dipenuhi dengan probiotik yang bagus untuk kesehatan pencernaan. Bumbu dasar masakan Korea adalah kombinasi yang sehat dari cabai merah, daun bawang, pasta kacang, bawang putih, jahe, wijen, dan cuka. Hampir sama dengan kebudayaan makan Jepang, kuliner Korea juga memiliki berbagai hidangan sampingan yang ringan dan sehat setiap jam makan, seperti sup miso, kimchi, sayuran kukus dalam pasta cabai. Kebanyakan orang Korea memakan sayuran dalam setiap hidangan mereka.

Ethiopia – masakan Ethiopia terdiri dari biji-bijian, cabai yang pedas, lentil, kale, kol, tomat, domba, dan telur. Secara keseluruhan, orang Ethiopia tidak mengonsumsi daging babi. Satu masakan Ethiopia yang terkenal dan sehat adalah injera, yaitu roti yang sangat kaya serat maupun protein. Masakan lainnya adalah sup lentil edamame, sangat tinggi kandungan serat sehingga bagus untuk diet dan kesehatan pencernaan.

Spanyol – hidangan Spanyol terdiri dari banyak buah-buahan kering dan kacang-kacangan, yang tinggi kandungan seratnya. Seperti orang Prancis, minuman anggur merupakan bagian besar dari pola makan mereka. Terkenal dengan hidangan-hidangan kecil mereka yang disebut tapas, mereka mengonsumsi banyak sekali minyak zaitun, sarden, kacang arab, dan ayam dalam makanan mereka. Dalam kebudayaan Spanyol, sangat umum untuk melakukan siesta (tidur siang) setiap hari, sehingga meningkatkan jam tidur dan akhirnya meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.