Apakah Penderita Sakit Maag Boleh Puasa?

Sobat sehat, saya mendapatkan pertanyaan dari teman-teman dan dari pasien. Mereka bertanya seperti ini : “Dok, saya ini sakit maag. Bolehkah saya melakukan puasa?”.  Ada juga yang bertanya seperti ini : “Dok, menurut yang saya baca/menurut literatur, orang yang berpuasa itu sakit maag’nya bisa sembuh”.  Ada juga yang bertanya seperti ini : “Dok, mengapa om/tante saya yang punya sakit maag, ketika berpuasa, sakit maag’nya justru sembuh. Tetapi, mengapa teman saya justru bertambah parah? Malah masuk Rumah Sakit. . ” Saya akan menjawab pertanyaan anda dengan penjelasan seperti ini. Jadi, saya ingin memberi tahu dulu bahwa sakit maag itu di dalam dunia medis dibagi menjadi 2 golongan besar dispepsia. Yaitu disebut Dispepsia Organik dan Dispepsia Fungsional.

“Bagaimana cara untuk mengetahuinya, dok?” Cara untuk mendapatkan kepastian adalah dengan dilakukan peneropongan atau kita sebut dengan endoskopi. Jadi saat dilakukan endoskopi, kita bisa tahu. “Oh, ternyata kondisi di lambungnya ada luka, ada peradangan, ada tumor, atau ada kanker, misalnya”. Ini semua disebut dengan dispepsia organik.  Jadi, ada kelainan anatomi pada lambung.

Periksa dengan alat medis

Sedangkan yang satunya adalah dispepsia fungsional. Jadi saat dilakukan peneropongan atau endoskopi, ternyata tidak ditemukan kelainan-kelainan tersebut. Jadi bentuknya masih bagus, tidak ada kelainan anatomi, hanya saja yang terganggu adalah fungsinya. Biasanya yang sembuh dengan puasaa adalah dispepsia fungsional. Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa dispepsia fungsional bisa sembuh dengan puasa?”.

Saya ceritakan dulu. Jadi, dispepsia fungsional ini adalah penyakit maag atau dispepsia yang hanya mengganggu fungsinya saja. Tanpa mengganggu anatomi lambung tersebut. Jadi hanya fungsinya.  Sedangkan bentuk lambungnya baik-baik saja, tidak ada peradangan,tidak ada sel kanker, tidak ada tumor, tidak ada kanker dan sebagainya. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup. Mungkin, biasanya ketika anda tidak puasa sering makan camilan, makan makanan pedas di siang hari,camilannya juga pedas dan berminyak, kemudian sering ngopi atau stress.  Saat berpuasa, tentu saja hal-hal tersebut tidak anda lakukan. Dan biasanya orang yang berpuasa itu emosi, pikiran, dan perasaan mereka akan ikut terkontrol.

Akhirnya, dispepsia atau maag yang disebabkan oleh faktor-faktor tadi akan membaik dengan sendirinya. Jadi penjelasannya kurang lebih seperti itu. Lalu ada yang bertanya begini, “Dok, kemaren saya habis endoskopi.  Sudah dilakukan peneropongan di lambung saya. Ternyata tenggorokan saya radang, kemudian lambung saya radang, ada tukak lambung disana. Atau mungkin pada beberapa orang ada tumornya/ada polipnya.  Bolehkah saya melakukan puasa?”.  Jadi penjelasannya begini.

Masalah BAB

Sebenarnya boleh atau tidaknya itu anda tetap harus kontrol dengan dokter anda. Apalagi anda yang harus meminum obat untuk menahan agar asam lambung anda tidak naik.  Jadi pada mereka yang punya masalah ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu. Apalagi mereka yang sampai muntah darah, apalagi mereka yang BAB’nya hitam. Mengapa bisa hitam? Karena darah yang bercampur dengan asam lambung.  Itu sebabnya BAB menjadi hitam. Jadi mereka yang mempunyai masalah seperti ini, apabila berpuasa justru akan mengganggu kesehatan mereka dan juga mengganggu aktivitas puasa.

Karena ketika lambung yang luka tadi terkena asam lambung, yang seharusnya ditekan dengan obat, karena tidak ada obat yang masuk, tidak ada makanan yang masuk, akhirnya luka tadi terkena asam lambung dan menyebabkan perih pada lambung. Jika anda tidak percaya, coba tangan anda yang terluka anda beri jeruk nipis.  Bagaimana rasanya? Itulah yang mereka rasakan bila lambung mereka dalam kondisi radang atau kondisi tukak. Jadi jika mau dipaksakan pun, saya sarankan jangan.

Konsultasikan lagi ke dokter anda. “Bagaimana dok kalau dulunya saya mengalami dispepsia organik? Saya pernah tukak lambung dok,tetapi belakangan ini gejalanya sudah tidak ada.  Saya sudah tidak merasakan gejala-gejala yang muncul. Dan dosis obat yang saya konsumsipun tidak seketat yang dulu”. Kembali lagi, hal ini bisa anda konsultasikan ke dokter anda.  Dan anda mungkin boleh melakukan puasa. Tetapi ketika anda mengalami masalah-masalah tersebut, tolong konsultasikan dan jangan hanya diam di rumah. Tidak bicara, tidak konsultasi dengan dokter anda, namun tiba-tiba anda sakit lebih parah.  Dan ini lebih fatal.

Jadi kesimpulannya adalah bagi anda yang punya masalah dispepsia fungsional, silahkan anda berpuasa. Justru dengan berpuasa, anda mengurangi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti ngemil, makanan berminyak, makanan gorengan di siang hari,makanan yang pedas, dan pengelolaan stress dengan baik di saat puasa. Jadi puasa akan membuat maag anda atau dispepsia fungsional anda menjadi jauh lebih baik. Tetapi bagi anda yang mengalami dispepsia organik, konsultasikan lagi ke dokter anda.