Apakah Gula Menyebabkan Keriput?

Para ahli kesehatan sekarang ini telah menemukan hubungan antara konsumsi gula dalam jumlah tinggi dengan kolagen dan elastin yang rusak. Pada kulit yang sehat dan muda, kolagen dan elastin (serat protein) yang ada itu kenyal, kuat, dan membantu menjaga kulit tetap kencang dan lembab. Seiring kita menua, kolagen dan elastin bisa menjadi rapuh, kusam, serta kering, dan pada akhirnya akan membuat kulit jadi berkeriput.

Walaupun hal ini biasa-biasa saja sebagai bagian dari proses penuaan, beberapa ahli kesehatan percaya bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu memperlambat proses ini – seperti mengurangi konsumsi gula.

Kenapa gula?

Para ahli mengatakan bahwa gula terikat pada protein untuk membentuk molekul-molekul baru yang berbahaya. Molekul ini disebut AGE. Kelihatannya semakin banyak gula yang Anda makan, semakin banyak AGE yang akan terbentuk. AGE ini juga merusak protein di sekitarnya dan menyebabkan efek domino yang negatif pada kulit. Tambahan lagi, pola makan yang tinggi gula memengaruhi kolagen pada kulit dan dapat menetralisasi suplai enzim antioksidan tubuh, sehingga kulit jadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

Para ahli menyarankan untuk mengurangi makan makanan yang mengandung tambahan gula, menggunakan tabir surya dengan 30 SPF, mengonsumsi suplemen vitamin B1 dan B6 setiap hari karena vitamin ini adalah penghambat AGE, mendapat cukup banyak antioksidan (yang akan menjaga agar gula tidak terikat pada protein), dan jika semuanya gagal, cobalah produk kosmetik pelindung kulit yang mengandung aminoguadin dan alistin, yang akan berperan sebagai umpan bagi gula.