Air – Nutrisi yang Vital

Tubuh manusia dapat bertahan hidup sampai berminggu-minggu tanpa makanan, tapi hanya bisa berhari-hari tanpa air. Tubuh kita terdiri dari 50 hingga 75 persen air. Air membentuk darah, cairan pencernaan, urine, dan keringat, serta terdapat dalam otot, lemak dan tulang.

Karena tubuh tidak dapat menyimpan air, kita perlu suplai segar setiap hari untuk menutupi air yang hilang dari paru-paru, kulit, urine dan feses. Jumlah yang dibutuhkan tergantung ukuran tubuh, metabolisme, cuaca, makanan yang dimakan, dan tingkat aktivitas masing-masing orang.

Pentingnya air

Air diperlukan untuk kebanyakan fungsi tubuh, termasuk untuk:

  • Mempertahankan kesehatan setiap sel pada tubuh
  • Menjaga aliran darah tetap cair untuk mengalir melalui pembuluh darah
  • Membantu menyingkirkan sisa-sisa matabolime, elektrolit berlebih (misalnya sodium dan potassium), dan urea, yang merupakan zat sisa yang dibentuk dari pencernaan protein
  • Mengatur suhu tubuh melalui keringat
  • Membasahi membran mukus seperti yang terdapat di paru-paru dan mulut
  • Meminyaki dan membantali sendi
  • Mengurangi risiko cystitis dengan cara menjaga saluran pembuangan bebas bakteri
  • Membawa oksigen dan nutrisi ke sel-sel
  • Berfungsi sebagai peredam kejut pada mata, tulang belakang, dan pada kantung ketuban yang mengelilingi fetus selama kehamilan.

Risiko kekurangan air

Tidak meminum cukup air dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan pada wanita akan menyebabkan infeksi saluran kencing. Hal ini juga dapat menurunkan performa fisik dan mentak Anda, dan fungsi kelenjar ludah, serta mengakibatkan dehidrasi.

Risiko terlalu banyak minum air

Minum terlalu banyak air juga dapat merusak tubuh dan mengakibatkan hiponatremia (keracunan air). Hiponatremia sangat jarang terjadi pada populasi umum.

Hiponatremia terjadi saat sodium dalam darah menurun drastis. Sodium diperlukan otot untuk berkontraksi dan untuk mengirimkan sinyal saraf.

Jika air dalam jumlah besar diminum sekaligus dalam waktu singkat, ginjal tidak dapat mengekskresikan cukup cairan. Hiponatremia dapat menyebabkan sakit kepala, pandangan kabur, kram (dan pada akhirnya kejang-kejang), pembengkakan otak, koma, dan kematian.

Agar air dapat menjadi racun, Anda harus meminum berliter-liter air dalam waktu singkat. Hiponatremia umum terjadi pada orang dengan penyakit tertentu atau penyakit kejiwaan (sebagai contoh, dalam beberapa kasus schizophrenia), atlet daya tahan, dan pada bayi yang diberi minum susu formula yang terlalu diencerkan.

Sumber cairan

Cairan termasuk air segar dan cairan lainnya seperti susu, kopi, teh, sup, jus dan bahkan minuman ringan.

Air biasa adalah minuman yang terbaik karena tidak mengandung tenaga dan paling baik untuk menghidrasi tubuh.

Susu (khususnya yang rendah lemak) adalah cairan yang penting, khususnya untuk anak-anak, dan mengandung sekitar 90% air. Teh bisa jadi sumber penting dari cairan. Teh dapat membantu Anda mencapai jumlah rekomendasi cairan harian Anda, dan merupakan sumber antioksidan dan polifenol, yang kelihatannya dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung dan kanker.

Buah segar lebih baik daripada jus buah karena memiliki lebih banyak serat dan nutrisi, serta lebih sedikit gula.